Saya sudah mulai menulis di website pribadi saya ini sejak tahun 2016, ada banyak sekali tulisan yang sudah saya terbitkan sejak saat itu hingga setahun terakhir. Mungkin ada sekitar 100 tulisan, tapi memang saya akui tidak semua tulisan dibuat untuk “pembaca blog saya”, karena sekitar 70% isinya tulisan berupa panduan untuk saya sendiri sebagai pengingat jika suatu saat saya lupa.

Untung saja, dulu saya sempat mendaftarkan website saya di situs wayback machine yang berfungsi untuk menangkap tampilan website kita secara rutin setiap kuartalnya. Ini adalah tampilan website saya pada bulan januari tahun 2019.

Dari gambar diatas, website saya masih terlihat sangat simpel dengan layout blog posting dengan 2 kolom. Saya masih ingat saat itu saya menggunakan template wordpress superfast.

Lalu pada tampilan website yang kedua ini, mulai ada sedikit perubahan baik dari segi layout yang menggunakan template wordpress Monochrome Pro dari Studiopress dan juga dari segi goals. Pada saat itu saya memfokuskan website saya tersebut sebagai wadah belajar digital marketing, dengan niat membantu teman-teman marketer lainnya.

Kedua gambar diatas terlihat sangat berbeda baik dari segi tampilan dan juga goals yang ingin dicapai. Memang, pada awal saya membuat website ini saat itu hanya sebagai wadah tulisan berupa panduan teknologi, namun makin kesini saya lebih minat mengisi blog tersebut dengan panduan digital marketing.

Hiatus menulis

Walau tampilan website yang kedua sudah cukup matang dan menarik bagi saya sendiri, namun saya merasa kualahan untuk mengisi konten dengan rutin, bahkan untuk melengkapi masing-masing kategori yang saya buat.

Nggak lama setelah merapikan tampilan website saya waktu itu, saya pun akhirnya pecah fokus karena pekerjaan utama saya yang cukup memakan waktu saya sehingga tidak sempat mengurus website saya sendiri.

Malas backup, berujung fatal

Seperti yang sudah sempat saya singgung pada tulisan saya beberapa hari yang lalu mengenai website hosting yang saya gunakan, saya menggunakan headless server sehingga susah bagi saya untuk memantau server jika tiba-tiba ada serangan dari orang usil.

Walau dulu juga saya sempat sering melakukan backup server saya secara rutin. Namun karena server yang digunakan untuk menyalin backup dari server utama tiba-tiba sudah habis masa free trial-nya, saya jadi tidak sempat melakukan backup secara keseluruhan.

Akhirnya server yang saya gunakan untuk meng-hosting website saya tersebut saya biarkan begitu saja tidak di-backup dan tidak terurus selama pertengahan 2021 hingga bulan agustus kemarin. Sampai suatu saat tepatnya pada minggu ke dua bulan agustus, saya akhirnya sadar bahwa website saya sudah diretas oleh hacker. Saya menyadari hal tersebut ketika saya hendak mengunjungi website saya, tapi ketika loading website sudah selesai yang tampil bukan website saya melainkan situs judi online berbahasa Mandarin ha ha ha.

Yang parahnya, di server tersebut tidak hanya website saya sendiri tetapi juga ada website agency saya yaitu Sobatscaleup yang juga diredirect ke situs judi online.

Akhirnya saya pun sadar penyebab dari masalah ini, karena sekitar 2 bulan lalu sebelum kejadian tersebut, saya sempat memasang plugin Elementor Pro murahan yang saya beli melalui Tokopedia. Saya sendiri sangat tidak merekomendasikan Anda untuk membeli plugin Elementor Pro murahan dari marketplace manapun karena tidak terjamin keamanannya.

Karena banyak faktor yang mempengaruhi saya waktu itu ketika hendak memperbaiki website saya tersebut, akhirnya saya memilih untuk fresh install website saya dari awal dengan tampilan yang baru, tapi dengan konsekuensi semua artikel yang pernah saya posting selama ini terhapus.

Website baru, tujuan baru

Selama 2 minggu terakhir, sejak peretasan website saya bulan lalu. Saya terus sibuk mengulik tampilan dan struktur website saya ini. Mulai dari disain websitenya melalui Figma, hingga mulai membuat struktur websitenya menggunakan Elementor.

Proses disain menggunakan Figma

Awal saya mendisain website, saya memilih tampilan bernuansa gelap dengan tujuan supaya terlihat lebih profesional (hanya 20%) dan juga supaya nyaman ketika membaca (porsinya 80%).

Proses membuat website dengan Elementor

Disini saya membuat website saya menggunakan Elementor Pro, saya memilih Elementor Pro dibandingkan dengan plugin website builder lainnya karena elementor memiliki komunitas yang banyak dan dokumentasi yang cukup lengkap, akan memudahkan saya jika suatu saat saya mengalami kendala dan tidak tahu harus mencari solusi kemana.

Awalnya saya ingin mencoba Webflow karena website builder tersebut sedang ngetren sekarang, tetapi karena harga Webflow cukup menguras kantong, akhirnya saya mengurungkan niat untuk men-deploy website saya disana.

Tapi Elementor Pro juga nggak bisa disepelein sih, dengan harga $49 USD pertahun, atau sekitar $4 USD perbulan sudah mendapatkan fitur yang cukup lengkap, kalau ditambah dengan biaya langganan hosting yang sekitar $6 USD perbulan totalnya juga masih $4 USD lebih murah dibandingkan dengan Webflow.

Personal Branding & Wadah menulis opini

Kalau dulu saya mem-branding diri saya sebagai blogger digital marketing, sekarang saya berencana untuk mem-branding diri saya sebagai performance marketing expert. Alasannya karena saya sendiri sudah memiliki pengalaman yang cukup dalam bidang digital marketing specialist selama 4 tahun, dan kini sudah 2 tahun menggeluti bidang performance marketing specialist.

Saya rasa dengan pengalaman saya, saya sudah bisa memasarkan keahlian saya kepada umum dan tentunya bagi mereka yang membutuhkan jasa dari saya. Kedepannya saya juga akan menuliskan banyak opini, dan tips tentang bidang yang saya geluti ini.

Untuk daftar tulisan saya sendiri nantinya akan saya kumpulkan pada halaman tulisan, dan rencananya saya akan rutin mempublikasi minimal satu tulisan setiap 2 minggu sekali. Hal ini akan rutin saya lakukan demi menebus artikel-artikel lama saya yang ikut menghilang karena insiden kelalaian yang sudah saya ceritakan diatas.

Kesimpulan

“Mencegah lebih baik daripada mengobati” memang kalimat yang tepat untuk dijadikan sebagai kesimpulan dari tulisan ini. Dengan cara rajin-rajin lah backup berkas website Anda jika anda menggunakan unmanaged server seperti saya dulu, dan jangan coba membeli dan memasang plugin walau harganya dijual murah di marketplace.